PENATAAN RUANG KELAS YANG EFEKTIF


Lingkungan adalah guru ketiga bagi anak, dari lingkungan anak-anak belajar tentang banyak hal untuk dirinya, apa yang dipelajari dan bagaimana mereka belajar benar-benar dipengaruhi oleh lingkungan, baik di dalam ruang kelas maupun di luar ruang kelas. Lingkungan yang berkualitas tentunya mendorong setiap anak untuk mencapai potensi penuh dalam dirinya, berdasarkan penelitian para ahli bahwa penataan ruang kelas itu berpengaruh besar terhadap proses belajar mengajar. Sebenarnya, tata ruang kelas yang sudah diterapkan oleh banyak guru di Indonesia tentunya tidak salah dan pastinya sudah baik. Nah disini kita akan membahas bagaimana konsep penataan ruang kelas yang lebih efektif untuk kegiatan belajar dan mengajar. Untuk itu mari kita lihat seperti apa suasana ruang kelas yang ada di Sekolah Dasar saat ini.  

Penataan ruang kelas dapat diartikan sebagai serangkaian usaha pengelolaan kelas yang menjadikan ruang kelas sebagai tempat belajar yang tertata rapi, tidak berantakan, dan nyaman bagi siswa. Adapun secara khusus, penataan ruang kelas dapat diartiakan sabagai usaha mengatur atau mengelola kelas menjadi tempat belajar yang nyaman dan mampu menjangkau tujuan belajar bagi siswa (John Afifi, 2014). Penataan ruang kelas yaitu kegiatan yang harus dilakukan guru sehingga seluruh siswa dapat terfasilitasi dalam aktifitasnya didalam kelas. Pengaturan fisik kelas diarahkan untuk meningkatkan efektifitas belajar siswa sehingga siswa merasa senang, nyaman, aman dan belajar dengan baik (Novan Ardy Wiyani, 1996). Dari pendapat ahli tersebut dapat dikatakan bahwa penataan ruang kelas merupakan sebuah aktivitas untuk mengurus dan menata sarana belajar yang didalamnya terdapat ruang kelas untuk meningkatkan efektivitas belajar. Untuk itu sebagai guru yang nantinya berperan pada seluruh kondisi yang berada di sekolah khususnya di ruang kelas, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengelola sebuah kelas agar pembelajaran dapat berjalan lebih efektif lagi, salah satunya dengan mengatur penataan ruang kelas yang lebih efektif dan memberikan rasa senang ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar mengajar.

Penataan ruang kelas yang monoton seperti kursi kelas yang ditata hanya memanjang kebelakang dan kondisi ruang kelas yang tidak menarik seperti hanya dinding kosong yang tidak dihias, pasti akan membuat peserta didik lebih cepat merasa lelah, suntuk dan ngantuk karena merasa bosan akan kondisi kelas yang seperti itu. Maka, peran guru dalam mengelola penataan ruang kelas disini sangat dibutuhkan, karena siapa lagi yang akan bergerak jika guru kelasnya tidak membimbing peserta didiknya untuk bias menata kelasnya dengan baik. Mungkin kita semua sudah sering mendengar kata pojok, sudut, sentra, area, atau corner. Dalam penataan ruang kelas pun tidak jauh dari semua kata tersebut. Disini mungkin kita bisa menggunakan kata area untuk setiap area yang digunakan di dalam kelas untuk ditata setiap areanya menjadi efektif dan kreatif. Penataan untuk ruang kelas yang efektif bertujuan untuk memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran, karena dengan kelas yang efektif para peserta didik pun akan merasa nyaman ketika proses pembelajaran. Banyak sekali cara yang dapat digunakan oleh seorang guru untuk menciptakan kondisi penataan ruang kelas yang efektif, yaitu membentuk suatu area pada setiap tempat yang ada di dalam kelas. Berikut contoh area yang dapat guru terapkan di dalam kelas.

1.      Area Kebersihan

Area kebersihan merupakan bagian utama yang dapat dilihat ketika akan masuk ke dalam kelas. Area ini merupakan bagian yang cukup penting mengingat bahwa dengan kondisi sekarang pandemi, maka area kebersihan ini harus dibuat agar setiap peserta didik dapat menjaga kebersihan dirinya sendiri ketika berada disekolah sekalipun. Area ini pun dapat digunakan sebagai alat untuk kegiatan praktik pembelajaran, misalnya mengajarkan anak mencuci tangan dengan baik agar kebersihan tanggannya selalu terjaga.

2.      Area Figuran

Area figuran ini sebenarnya cukup efektif untuk dibuat, karena area ini memiliki konsep menempelkan beberapa review materi, hasil kegiatan peserta didik ataupun hanya hiasan semata yang ditempelkan untuk menghias kelas agar memberikan suasana yang nyaman. Tetapi perlu diingat untuk area ini dibuat sebisa mungkin tidak mengganggu penglihatan yang nantinya akan memberi dampak pusing ketika peserta didik melihatnya. Maka bagian ini dibuat sesuai dengan kebutuhan saja, misalnya ada yang kurang pada bagian area lain yang belum dimasukkan karena luas tempatnya sedikit bisa dimasukkan pada area ini.

3.      Area Belajar


Area belajar ini mungkin bagian terpenting yang harus guru pikirkan, bisa dikatakan area ini merupakan bagian utama dari penataan ruang kelas yang efektif. Karena area ini merupakan bagian yang sangat mempengaruhi proses belajar dan mengajar. Bisa kita lihat digambar bahwa penataan area ini diatur dengan sistem berkelompok, dimana peserta didik akan lebih sering belajar berkelompok. Dengan konsep berkelompok ini akan melatih peserta didik dalam bersosialisasi dan bekerja sama dengan teman sekelompoknya.

4.      Area Guru


Area guru ini tidak hanya bisa dibuat di posisi depan saja, tetapi dibuat pada bagian samping pun tidak masalah. Dengan mengatur area guru ini disamping dekat murid akan menciptakan kondisi yang cukup efektif untuk komunikasi antar guru dan murid. Kondisi area guru ini mungkin juga dapat membuat murid merasa percaya diri ketika ingin bertanya menghampiri gurunya, karena posisi meja guru yang berada disamping murid sehingga tidak membuat murid yang akan bertanya merasa sebagai pusat perhatian.

5.      Area Pojok Baca


Area pojok baca ini juga merupakan suatu bagian penting untuk dibuat. Area ini memiliki tujuan untuk dapat melatih kognitif peserta didik dan juga menambah pengetahuan. Area ini dapat dibuat sedemikian menarik dengan menyediakan buku yang tidak hanya buku mata pelajaran saja, tetapi bisa menyisipkan buku dongeng, pengetahuan dunia dan mungkin komik untuk merelaksasikan peserta didik pada jam istirahat.

6.      Area Alat Peraga


Area alat peraga ini juga cukup penting untuk dibuat, karena area ini memuat alat-alat yang dapat membantu pada proses pembelajaran. Jadi, ketika area ini dibuat guru tidak perlu lagi membuat alat peraga ketika sedang dibutuhkan untuk menjelaskan suatu materi.

7.      Area Prakarya Siswa


Area prakarya ini mungkin cukup menarik untuk dibuat, dengan adanya bagian ini bisa memberikan motivasi kepada peserta didik untuk bisa membuat sebuah karya yang bernilai keindahan untuk nantinya dapat dipajang pada area ini.

8.      Area Lembar Kerja Siswa


Area LKS ini bisa dibuat agar kegiatan di dalam kelas lebih terorganisir, dengan adanya area ini semua kegiatan penting dapat dicatat dan ditempelkan pada area ini. Dengan tujuan dibuatnya area ini yaitu bisa mengingat kegiatan apa saja yang sudah dilakuka setiap bangku kelompok pada kegiatan proses pembelajaran.

9.      Area Refleksi Pembelajaran


Area refleksi ini juga cukup efektif bila dibuat, karena peserta didik dapat menuliskan mengenai kegiatan pembelajaran pada hari itu yang nantinya bisa dijadikan bahan evaluasi untuk guru bila ada kekurangan pada proses pembelajaran. Karena tidak semua murid dapat mengutarakan pendapatnya secara lisan.

Penerapan semua area yang dibuat untuk penataan ruang kelas yang efektif diatas memiliki manfaat. Kelas yang berkonsep area ini memberikan peserta didik kesempatan untuk terlibat langsung dalam pelajaran dengan terbaginya peserta didik dalam grup kecil. Guru dapat lebih mengenal minat dan kemampuan setiap anak secara mendalam dengan mengamati perlakuan peserta didik pada setiap area yang digunakan. Kelas berkonsep area memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bereksplorasi, bereksperimen, dan berkreasi. Serta dapat menentang kemampuan berfikir anak untuk menjadi lebih kritis dan kegiatan pembelajaran menjadi semakin menyenangkan.

Penataan ruang kelas ini bukan hanya semata-mata mengatur posisi bangku, kursi dan menempelkan origami pada dinding kelas saja. Penataan ruang kelas ini akan lebih efektif jika diciptakan dengan melibatkan peserta didik dalam membuat setiap area. Karena, dengan melibatkan peserta didik secara tidak langsung guru dapat melatih psikomotorik dan afektif pada setiap siswa. Dengan dibuatnya setiap area dalam penataan ruang kelas ini akan memberikan rasa nyaman dan menyenangkan pada peserta didik ketika mereka berada di dalam kelas.




Daftar Pustaka:

John Afifi. 2014. Inovasi-Inovasi Kreatif Manajemen Kelas & Pengajaran Efektif. Banguntapan Jogjakarta: Diva Press

Novan Ardy Wiyani. 2013. Manajemen Kelas Teori dpnan Aplikasi Untuk Menciptakan

Kelas Yang Kondusif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media

 

 

Komentar